Ramadan-Kareem-Wallpaper

Hadist-Hadist Dha’if Seputar Ramadhan

Alhamdulillah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama dan keluarga beliau. Sebelum mengetahui beberapa hadist yang tidak shahih seputar bulan ramadhan, maka alangkah pentingnya bagi kita mengetahui bagaimana sebenarnya kedudukan hadist dha’if  ? Berikut kami sampaikan sebuah tulisan dari www.konsultasisyariah.com

Pertanyaan:

Sebagian ahli hadits di dalam kitab-kitab mereka membolehkan mengamalkan hadits dhaif yang derajat kelemahannya ringan. Bagaimana pendapat Anda dalam perkara ini?

Jawaban:

Pertama, tidak didapati satu dalil pun yang membolehkan kita mengamalkan hadits dhaif (lemah) walaupun derajat kelemahannya ringan.

Kedua, pendapat tentang bolehnya mengamalkan hadits dhaif mengakibatkan munculnya suatu bid’ah. Maka setiap amalan atau doa yang tidak berdasarkan hadits yang shahih menurut ulama hadits, amalan tersebut adalah bid’ah. Setiap ketetapan hukum tidak boleh berdasarkan hadits dhaif, tetapi harus berdasarkan hadits shahih. Hadits dhaif hanya bisa dipakai untuk satu hal, yaitu fadha’ilul a’mal(keutamaan-keutamaan amal).

Pendapat yang mengatakan bahwa hadits dhaif dapat diamalkan dalam fadha’ilul a’mal ini pun merupakan suatu pendapat yang bertolak belakang antara awal dan akhirnya. Mari kita lihat, ketika kita mengamalkan hadits-hadits dhaif dalamfadha’ilul a’mal, apakah amalan kita itu berdasarkan hadits-hadits dhaif tersebut? Atau berdasarkan hadits lain?

Kalau jawabannya berdasarkan hadits dhaif, berarti kita menetapkan suatu hukum berdsarkan hadits dhaif. Padahal menetapkan suatu hukum berdasarkan hadits-hadits dhaif ditentang oleh orang yang membolehkan mengamalkan hadits dhaif dalam fadha’ilul a’mal. Sedangkan jika jawabannya “berdasarkan hadits yang shahih” maka buat apa kita membawa hadits-hadits yang dhaif tadi? Sebab ada atau tidaknya hadits-hadits yang dhaif adalah sama saja, sama sekali tidak ada pengaruhnya. Amal itu hanya akan berdasarkan kepada hadits yang shahih.

Oleh karena itu, kalimat “hadits dhaif diamalkan dalam fadha’ilul a’mal” tidak memberi faidah sedikit pun, karena kritik ilmiah dalam hadits menerangkan bahwa kalimat ini secara mutlak tidak mungkin untuk dapat dianut selamanya.

Sumber: Fatwa-fatwa Syekh Nashiruddin Al-Albani, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Media Hidayah, 1425 H — 2004 M.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi

Sekarang, kita lanjutkan membahas beberapa hadist yang sudah populer di kalangan da’i atau masyarakat namun justru menjadi pegangan dalam berhujjah maupun beramal.

Pertama,

(( شهر رمضان أوله رحمه و أوسطه مغفرة و آخره عتق من النار ))

“Bulan ramadhan awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah penebus dari siksa api neraka”

Hadist Munkar, lihat : Kitab Adh-Dhuafa’ lil ‘Aqiily 2/162, Al Kaamil fii Dhu’afair Rijaali li Ibni ‘Adi 1/165, ‘Illalul Haditsi li Ibni Haatim 1/249, Silsilah Al Ahaditsi Adh Dha’ifati wal maudhu’ati lil Albani 2/262

 

Kedua,

(( صوموا تصحوا ))

“Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat”

Hadist Dhaif, lihat : Kitab Takhriijul Ahyaa’I lil ‘Iraaqi 3/75, Al Kaamil Fii dhu’afaair rijaali li Ibni ‘Adiy 2/357, Asy Syadzaratu Fiil Ahaditsi Al Masyhuurati li Ibni Thuluun 1/479, Al Fawaaid Al Majmu’ah fil Ahadits Al Maudhuu’ah li Asy Syaukani 1/259, Al Maqashid Al Hasanah li As Sakhawy, Kasyful Khafa’ lil Ajluuny 2/539, Silsilah Al Ahadits Al Maudhu’ah lil Albani 1/420

 

Ketiga,

(( من أفطر يوما من رمضان من غير عذر ولامرض لم يقضه صوم الدهر وإن صامه ))

“Barangsiapa yang berbuka (tidak berpuasa) sehari di bulanRamadlan tanpa mendapatkan rukhshoh (keringanan) dan juga tanpa adanya sakit, maka seluruh puasa yang dilakukannya selama setahun tidak dapat menimpalinya (membayarnya).”

Hadist Dhaif, lihat : Fathul Baari lil Hafidz Ibnu Hajar 4/161, Misykatul Mashabih ditahqiq oleh Al Albani 1/626, Dhaif Sunan At Tirmidzi lil Albani hadist nomor 115, Al ‘Illal Al Waaridah fil Ahaditsi lid Daruquthni 8

Keempat,

(( إن لله عند كل فطر عتقاء من النار ))

“Sesungguhnya Allah menjadikan disetiap suapan berbuka itu pembebas dari api neraka”

Hadist Dhaif, lihat : Tanziihus Syari’ah lil Kinany 2/155, Al Fawaaid Al Majmu’ah fil Ahaditsil Maudhu’ah lil Asy Syaukani 1/257, Al Kasyful Ilahiy an Syadiidid Dha’fi wal maudhu’I wal waadhiy lit tharabulsi 12/230, Dzakhirah lil Haafidz al Qaisranii 2/956, Syu’bul Iman lil Baihaqi 3/304, Al Kaamil fii Dhu’afaair rijaali li Ibni ‘Adiy 2/455

 

Kelima,

(( لو يعلم العباد مافي رمضان لتمنت أمتي أن يكون رمضان السنة كلها ……الخ ))

“Seandainya seorang hamba mengetahui apa-apa yang ada di bulan ramadhan, niscaya ia pasti menginginkan setahun penuh adalah ramadhan semya…..dst”

Hadist Dha’if, lihat : Al Maudhu’at li ibnil Jauzy 2/188, Tanziihus Syarii’ah lil Kinany 2/153, Al Fawaaid Al Majmu’ah fil Ahaditsi Al Maudhu’ah lil Asy Syaukaniu 1/254, Mujamma’ Az Zawaaid lil Haitsami 3/141.

Keenam,

(( اللهم بارك لنا في رجب و شعبان و بلغنا رمضان ))

“Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami di bulan ramadhan”

Hadist dhaif, lihat : Al Azkar lin Nawawiy, Al Miizan Al I’tidal lid Dzahabiy 3/96, Mujamma’ Az Zawaaid lil haitsamii 2/165, Dhaif Al Jami’ lil Albaniy.

 

Ketujuh,

(( اللهم لك صمت و على رزقك أفطرت ))

“Ya Allah hanya kepadamu aku berpuasa, dan atas rizkimu aku berbuka” (Doa berbuka puasa yang sering di dengar)

Hadist dhaif, lihat : Khulashah Al Badr Al Muniir li ibni Mulqin 1/327 hadist nomer 1126, Talkhis Khabiir lil Haafidz ibni Hajar 2/202, Al Adzkar lin Nawawy 172, Mujamma’ az Zawaaid lil Haitsami 3/156, Dhaiful Jaami’ lil Albaaniy hadist nomer 4349.

 

Masih banyak hadist-hadist lain, namun sementara kita cukupkan sampai di sini. Semoga Allah memberi kemudahan untuk membahasnya di kemudian hari.

 

Sumber : https://www.facebook.com/SfhtTalbAllm/posts/528333467232305

Share this:

Related Posts